Perjalanan menuju Negeri Khayangan di Pura lempuyang
Hampir setengah hati ketika lelah seharian berjalan menuju ubud. Kala itu bali sedang hujan Deras. saya sendiri agak ragu jika traveling saat musim hujan seperti ini. Tapi ini bukan kali pertama saya mengunjungi bali kala musim hujan. Jadi akhirnya saya memutusakan untuk lanjut saja. sayang juga kalo sampai Bali tidak mengujungi tempat yang berbeda.
Jadi ingat di tahun 2013 ketika kali pertama menginjakan kaki ke tanah Dewata, kala itu Bali sedang juga musim hujan. Bahkan pesawat yang saya tumpangi pun harus delay selama 3 jam untuk status aman penerbangan dan saya pun harus rela membuang waktu untuk sekadar menunggu di bandara.
Dan untuk kali kedua saya datang di musim yang sama. Masih basah karena hujan. Padahal saya sedang rindu matahari terbit di pantai sanur kemudian melihatnya tenggelam di pantai melasti ungasan.
Akhirnya saya bersama seorang teman memutuskan untuk
mengunjungi Lempuyang Bali di Tanah Karangasem Bali Utara. Meski belum pernah
mengunjungi tempat ini. Sesekali saja saya pernah mendengar sedikit cerita Pura Lempuyang
yang lebih sering di kunjungi oleh wisatawan asing ketimbang Lokal. Mungkin
karena jaraknya ya yang lumayan Jauh. Jika dari Denpasar kurang lebih sekitar
70 KM (Menghela napas seketika membayangkan perjalankan menggunakan motor dari jakarta
hingga Tol Cileunyi ) :(
Saya bukan seorang yang ahli menulis. Hanya saja pekerjaan ini seringkali menjadi sangat menyenangkan ketika sedang minum kopi di sebuah kedai kopi atau kopi shop. Even when brewing coffee at home ya ;) . Oh well I do not want to discuss about coffee hehe, but coincidental every day always found the coffee to make my day a little sweeter. Ya, hanya dengan menyesapnya tentunya.
Saya bukan seorang yang ahli menulis. Hanya saja pekerjaan ini seringkali menjadi sangat menyenangkan ketika sedang minum kopi di sebuah kedai kopi atau kopi shop. Even when brewing coffee at home ya ;) . Oh well I do not want to discuss about coffee hehe, but coincidental every day always found the coffee to make my day a little sweeter. Ya, hanya dengan menyesapnya tentunya.
Saya ingin
mengulas tentang history pura Lempuyang yang saban hari saya kunjungi. Saya sendiri pada awalnya tidak begitu tahu tentang pura ini. Selain
jarak tempuh yang lumayan jauh. Terkadang selalu saja melewatkan tempat ini
kemudian hanya memutuskan mencari tempat mengopi yang enak di Ubud atau Denpasar.
kalo mau tanya tempat mengopi asyik disana, bisa menghubungi saya haha. Tapi kali ini sepertinya niat sudah sangat bulat untuk mengunjungi Lempuyang. Ya, meski dengan setengah hati karena cuaca
yang sedang tak ramah.
Everyone
always has a reason to take a decision.
Sekadar informasi
saja, Pura Lempuyang ini berlokasi di Desa Tista, Kecamatan Abang, Karangasem Bali. Jika berangkat dari kota Denpasar, lokasi pura
ini bisa dicapai melalui kawasan wisata Candi Dasa melewati kota Amlapura
(ibukota Kabupaten Karangasem) dengan waktu tempuh sekitar 2 jam perjalanan
dengan motor. Pun kalo tidak macet ya.. Sebab Bali pada akhir pekan sudah sangat macet. berbeda dengan Bali beberapa tahun sebelumnya.
Nah, untuk alternatif
jalur lainnya adalah melalui Kecamatan Selat Karangasem, melalui kota
Semarapura dengan mengambil arah jalan ke Besakih. Jarak yang jauh tidak
menjadi sangat melelahkan ketika terbayar oleh hamparan bukit nan indah, air
terjun hingga pantai sepanjang Jalan menuju Pura lempuyang. Saya jatuh cinta
dengan alam disana. Amazing, sedahsyat ini kha Tuhan memberi berkat kepada
Pulau ini.saya sungguh cinta dengan alam disini.
Pura
Lempuyang terletak di puncak Bukit Bisbis atau Gunung Lempuyang, Karangasem. Jika baca informasi melalui internet atau buku pura ini termasuk paling tua keberadaannya di Bali. Bahkan ada yang memperkirakan
sudah ada pada zaman pra – Hindu-Budha, yang semula bangunan suci terbuat dari
batu. Pura Lempuyang merupakan stana Hyang Gni Jaya atau Dewa Iswara.
Sudah cukup sore tiba di Lempuyang. kalo tidak salah waktu itu sudah pukul 16.30 dan gerimis pun menyambut saya dan teman saya sore itu. Bertemu dengan penjaga loket kemudian membayar tiket yang harganya saya lupa. Yang saya ingat kami diminta untuk membayar donasi seikhlasnya untuk masuk ke dalam Pura.
Untuk memasuki pura ada sejumlah pantangan yang dikatakan oleh petugas yang tak boleh dilanggar karena akan berakibat buruk atau fatal. Pantangan yang dimaksud adalah menghindarkan dari perkataan buruk sebagai laiknya akan mendatangi tempat suci dan disucikan. Demikian juga pengunjung pura ini harus membersihkan segenap hatinya.
Untuk memasuki pura ada sejumlah pantangan yang dikatakan oleh petugas yang tak boleh dilanggar karena akan berakibat buruk atau fatal. Pantangan yang dimaksud adalah menghindarkan dari perkataan buruk sebagai laiknya akan mendatangi tempat suci dan disucikan. Demikian juga pengunjung pura ini harus membersihkan segenap hatinya.
Tiba di pura
pertama yaitu Pura Penataran. Tangga-tangga menjulang tinggi menyambut
kehadiran tiga orang turis asing yang hendak bersebahyang dan bagian
paling penting di sana bukan hutan itu tetapi gundukan tanah menjulang tinggi
dibalut pepohonan hijau. Yaaa, itulah gunung tertinggi di Bali, Gunung Agung.
Siapa pun
yang memperoleh kesempatan menyaksikan pemandangan menakjubkan akan membuatnya
berhenti sejenak, merasa kecil, bangga, syukur yang teramat sangat. Seolah
bercengkerama dengan awan-awan yang mengelilinginya, Gunung Agung benar-benar
menunjukkan keagungannya ketika itu.
Tapi sayang, saya hanya bisa sampai di pura ke dua. sebab terlalu sore saya tiba di Lempuyang. Kalo nekat sampai di atas kami harus siap bertemu dengan sekumpulan monyet-monyet yang memang hidup dengan liar di atas Pura lempuyang. Dan begitu turun. Sempat berbincang sebentar dengan Mangku disana. Dengan ramah beliau menceritakan tentang asal-usul Lempuyang dan berkata mungkin lain waktu ketika berkunjung ke Bali, saya bisa menyempatkan waktu untuk datang ke Lempuyang lagi.
selamat malam
ReplyDeletesaya sangat penasaran dengan perjalanan ke pura Lempuyang. apakah benar dari parkir motor ke pura harus berjalan kaki -+3 jam? terima kasih
Kurang lebih mbak. Karena untuk sampai ke pura utama sad khayangan di puncak ada sekitar 1700 anak tangga, melewati hutan dan katanya banyak kera. Kebetulan saya hanya sampai di Pura ke dua yg bernama Lempuyang Madya jadi hanya sekitar 30 menit dari parkiran. Karena saat itu sudah kesorean
Deletehttp://reretaipan88.blogspot.com/2018/06/asiataipan-taipanqq-taipanbiru-dalam.html
ReplyDeleteTaipanbiru
TAIPANBIRU . COM | QQTAIPAN .NET | ASIATAIPAN . COM |
-KARTU BOLEH BANDING, SERVICE JANGAN TANDING !-
Jangan Menunda Kemenangan Bermain Anda ! Segera Daftarkan User ID terbaik nya & Mainkan Kartu Bagusnya.
Dengan minimal Deposit hanya Rp 20.000,-
1 user ID sudah bisa bermain 8 Permainan.
• BandarQ
• AduQ
• Capsasusun
• Domino99
• Poker
• BandarPoker
• Sakong
• Bandar66
Kami juga akan memudahkan anda untuk pembuatan ID dengan registrasi secara gratis.
Untuk proses DEPO & WITHDRAW langsung ditangani oleh
customer service kami yang profesional dan ramah.
NO SYSTEM ROBOT!!! 100 % PLAYER Vs PLAYER
Anda Juga Dapat Memainkannya Via Android / IPhone / IPad
Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami-Online 24jam !!
• WA: +62 813 8217 0873
• BB : E314EED5
Daftar taipanqq
Taipanqq
taipanqq.com
Agen BandarQ
Kartu Online
Taipan1945
Judi Online
AgenSakong
taman yang begitu asri, semoga tetap terjaga keasriannya.
ReplyDeletePaket Wisata Jogja
Sejuk banget alamnya k
ReplyDeleteRental Mobil Jogja
Maaf ka mau tanya itu 2 jam berhenti dulu di jalan apa langsung? Terus kalau pakai motor matic bisa ka jalan nya ada banyak tanjakan nya ga ka makasih ka
ReplyDeleteDua jam langsung tanpa berhenti hehe. Iya motor matic bisa kok, saya juga kan pake matik. Nanti kalo udah sampai lokasi ya harus parkir depan loket. Lanjut jalan kaki sampe atas.
Delete